Minggu, 18 Juli 2010

Serpihan Air Mata

Tak pernah ku lihat matamu begitu bersedih
Mengalirkan air mata hingga membasahi pipi
Tak seperti senyum indahmu air matamu mampu menenggelamkan harapan
Tawamu tak lagi seperti tawa yang selalu kau berikan
Yang mampu mengisi ruang kosong dengan gema kebahagiaan


Sungguh aku tak mampu menatap wajahmu
Melihat wajah manismu berlinangan air mata kesedihan
Sungguh aku tak mampu berbicara padamu
Mengucap kata berlawanan dengan yang ku rasa
Sungguh aku tak mampu terdiam
Meninggalkan kekosongan hingga melukiskan kesedihan


Aku ingin melihat kembali senyumanmu
Aku ingin mendengar lepas tawamu
Aku ingin merasakan indah wajahmu
Aku ingin kembali kau ceritakan kisah-kisahmu


Walau tak mungkin aku meminta kepadamu
Aku berharap khayalku mampu tuk mewujudkannya
Walau sulit ku rasa tuk mengucapkannya kepadamu
Aku berharap coretanku mampu mengatakannya


Tiada kesan terindah tanpa senyuman
Tiada kesedihan yang terasa selain air mata
Bukalah mata hatimu dan bangkitlah
Aku dan yang lain kan selalu ada untukmu
Ada untuk selalu memberikan apa yang kau butuhkan
Jadi janganlah kau selalu merasa sungkan


Mungkin mereka berkata jarak adalah masalah
Jarak adalah tembok yang mampu memisahkan dua musim berbeda
Namun percayalah mereka pernah ada di tempat yang sama
Mungkin jarak selalu membuatku sunyi sepi
Namun selama kakiku mampu menopang tubuhku
Jarak bukanlah penghalang untukku
Tak perlu menunggu mereka datang kepadaku
Selagi aku bisa datang kepada mereka
Maka saat itulah aku kan melepas segala sunyi dan kesepian
Janganlah ada kegaruan padamu
Karena keraguanmu adalah duri yang mampu buatku terjatuh dan lumpuh


Aku bukanlah aku yang kau kenal
Aku bukanlah seorang yang kau tahu
Aku bukanlah pribadi yang dapat kau mengerti
Aku hanyalah aku dengan segala yang ada padaku


Maaf bila ucapku tak santun di hatimu
Maaf bila kataku telah menyakitimu


Ini hanya serpihan puing debu hatiku
Yang dapat kau simpan atau biarkan tersapu angin kehampaan





Coretan Kami
Sebuah Catatan yang Tiada Pernah Terbayangkan


1 komentar: