Selasa, 20 September 2011

Renungkanlah.. (Lagi)

Jika inginmu tak sesuai ingin-NYA

Biarkan ingin-NYA menjadi sekenario terbaik bagi hidupmu

SUngguh ingin-NYA mampu menjamin inginmu

Jika mimpimu tak sesuai keputusan-NYA

Biarkan keputusan-NYA menjadi wujud dari mimpimu

Sungguh keputusan-NYA adalah terbaik dari mimpimu

Bejalanlah di atas kehendak Allah meski tak sejalan dengan kehendakmu

Biarkan tangisan mengobati kecewamu

Kecewa akan dirimu yang tak mampu berdiri di atas ingin dan keputusan-NYA

Lalu bersiaplah kamu

Bersiap untuk hal-hal yang akan terjadi

Allah tidak pernah meminta persetujuan akan segala hal yang telah Allah rencanakan





Coretan Kami
Sebuah Catatan yang Tiada Pernah Terbayangkan

Surat Kecil untuk Bunda

=========================

Sekali lagi...

Air mata mengalir dari kelopak mataku


Sekali lagi...

Sesal menghantui atas keputusanku


Sekali lagi...

Sakit ku rasa atas kehilangan


Sekali lagi...

Kecewa ku temukan di raut wajahnya


Sekali lagi...

Maaf ku lontarkan atas kelalaianku


Sekali lagi...

Sosok "Bunda" ku temukan dalam hatiku


Sekali lagi...

Kan ku cari maafmu dan ku raih kesempatan tuk menghapus kecewamu


Puisimu menghanyutkanku, membawaku ke dalam kehidupanmu

Maafkan aku melalaikan tanggung jawab dan baktiku

Kini ku tahu salahku dan apa arti semua ini


Bunda, aku ingin mendengar suaramu lagi

Bersenda gurau menghilangkan penatku


Bunda, aku ingin melihatmu lagi

Mengurai kata tentang kehidupan


Bunda, aku ingin bertemu denganmu lagi

Melukis senyum dan Meggores tawa


Bunda,, Maafkan Aku...

Aku hanya seorang lalai yang hanya mampu mengharap akan kasihmu

==========================




Coretan Kami
Sebuah Catatan yang Tiada Pernah Terbayangkan

Bunda... (Senyum Terindah)

Saat tangismu memecah malam nan bening
Bahagia datang tanpa ku undang
Selamat datang anakku
Selamat datang buah hatiku
Selamat datang di kehidupanku

Tataplah dunia yang luas
Mari tapaki indahnya hidup
Melangkahlah bersamaku anakku
Bersama doa bunda yang terlahir untukmu

Buah hatiku...


Coretan Kami
Sebuah Catatan yang Tiada Pernah Terbayangkan

Bunda... (Senyum Terakhir)

Dalam senyum kau tinggalkanku
Terpaku menatapmu
Dalam damai
Kau terbaring membeku

Bunda...
Tangisku tak mampu cegah kepergianmu
Isakku tak surutkan sang maut menjemput
Sirna sudah anganku
Kan bakti disenja usiamu
Pupus sudah harapku
Tuk memberi setitik bahagia buatmu

Bunda...
Mengapa begitu cepat kau tinggalkan dunia ini
Disaat masih ku harap belai kasihmu

Bunda...
Tak kan ada kasih setulus kasihmu padaku



Coretan Kami
Sebuah Catatan yang Tiada Pernah Terbayangkan

Puisi sang Bunda

Tawamu bagai fajar yang merekah
Membuka hari menjadi indah
Deraimu bangkitkan semangat
Tuk tata hidup menjadi kuat

Anakku pualam hatiku
Kaulah penopang asaku
Hingga hidup brarti buatku
Sampai nanti ku jelang senja hariku

Anakku permata hidupku
Andai dunia dan isinya gantikan dirimu
Takkan pernah berarti buatku

Karena kau
Anak-anakku
Lebih berharga dari apapun jua



Coretan Kami
Sebuah Catatan yang Tiada Pernah Terbayangkan

Sayang?

Selama ini...
Aku tak mengerti apa itu sayang
Hampir setiap hari telingaku mendengar
Kata sayang yang selalu diucapkan

Begitu mudah kata sayang diucapkan
Begitu banyak kata sayang dilantunkan
Tapi sedikit sayang yang terasa
Apakah kata-kata itu hanya hiasan semata?

Apa itu perasaan sayang?
Darimana perasaan itu?
Apakah sayang cukup hanya dengan kata-kata?
Ataukah sayang hanya sebuah kehampaan?

Mungkin pendapat setiap orang berbeda
Tapi pasti ada kesamaan dari tiap pendapat yang ada
Karena sayang tersimpan di dalam diri
Entah terlihat ataupun tak terlihat

Ku percaya rasa sayang dapat merubah hidup
Rasa sayang dapat memberi keindahan
Kenyamanan, ketentraman, dan kedamaian
Tercipta dari rasa sayang

Tapi...
Akankah ku dapat merasakannya?





Coretan Kami
Sebuah Catatan yang Tiada Pernah Terbayangkan

Masih ku sayang padamu

Ketika cinta meredupkan cahayanya
Pedih terasa perih di dalam hati
Tenggelam hanyut terbawa kerinduan
Bagaikan burung yang patah sayap
Ku tak mampu lagi terbang melayang
Tuk mencari sisa jejak langkahmu

Dalam gelap ku hanya bisa bertahan
Menunggu dan berharap kau akan datang
Bagai mimpi tak terjamah
Di sela hatiku tertinggal sebuah nama
Terukir dari sepi dan kesedihan
Saat kau menghilang dan jauh dari sisiku

Bilakah ada waktu untukku
Ku berharap dapat berjumpa lagi
Bertatap mata denganmu
Dan ingin ku pastikan saat itu
Hari dimana ku ungkapkan hatiku

Aku Masih Sayang Padamu...





Coretan Kami
Sebuah Catatan yang Tiada Pernah Terbayangkan