Terpaku menatapmu
Dalam damai
Kau terbaring membeku
Bunda...
Tangisku tak mampu cegah kepergianmu
Isakku tak surutkan sang maut menjemput
Sirna sudah anganku
Kan bakti disenja usiamu
Pupus sudah harapku
Tuk memberi setitik bahagia buatmu
Bunda...
Mengapa begitu cepat kau tinggalkan dunia ini
Disaat masih ku harap belai kasihmu
Bunda...
Tak kan ada kasih setulus kasihmu padaku
Coretan Kami
Sebuah Catatan yang Tiada Pernah Terbayangkan
Sebuah Catatan yang Tiada Pernah Terbayangkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar