Selasa, 20 September 2011

Bunda... (Senyum Terakhir)

Dalam senyum kau tinggalkanku
Terpaku menatapmu
Dalam damai
Kau terbaring membeku

Bunda...
Tangisku tak mampu cegah kepergianmu
Isakku tak surutkan sang maut menjemput
Sirna sudah anganku
Kan bakti disenja usiamu
Pupus sudah harapku
Tuk memberi setitik bahagia buatmu

Bunda...
Mengapa begitu cepat kau tinggalkan dunia ini
Disaat masih ku harap belai kasihmu

Bunda...
Tak kan ada kasih setulus kasihmu padaku



Coretan Kami
Sebuah Catatan yang Tiada Pernah Terbayangkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar