Rabu, 03 Maret 2010

Usia


Usiaku


Perjalanan usia bukanlah hal yang mudah
Melainkan sebuah puzzle yang berliku dan menyesatkan
Tatkala tersesat, tak ada seorangpun yang mampu membantumu
Tatkala terhentak, hanya akan ada dinding kebisuan yang menyertai

Usia bukanlah waktu yang patut kau banggakan
Usia juga bukan tempat untuk menggantung semua harapan
Usia hanyalah putaran waktu yang terus berlari
Dimana perhitungan kemenangan akan tersimpan rapi

Bukankah kau tahu bahwa waktu tak pernah terulang
Mencatat setiap kebisuan waktu akan kesombongan
Bukankah kau sadari jua bahwa hidup tak abadi
Meninggalkan tiap kepingan benci bersama duka

Biarlah semua berlalu
Biarlah semua terhenti
Karna melupakan adalah awal dari kebahagiaan
Karna diam adalah awal dari kejujuran dan kedamaian

Tidak ada sebuah ucapanpun yang dapat membanggakan
Serta menyejukan pergantian usiamu
Karna pergantiannya sangat terjaga
Dimana penghabisan waktu duniamu terus terkikis




Coretan Kami
Sebuah Catatan yang Tiada Pernah Terbayangkan

Mimpi adalah mimpi


DREAMS


Mimpi adalah bagian dari kehidupan yang banyak diperbincangkan
Mereka yang memiliki mimpi akan terus mengejar impian mereka
Walau lelah dan perih takkan mampu menghentikannya
Terus mendorong tuk berlari dan berlari tanpa harus tahu arah dan tujuan

Mimpi tak mengenal lelah dan waktu
Ia akan terus menjauh dan terus menjauh
Semakin hilang dan tak tergapai lagi oleh harapan
Harapan yang membuatnya tetap tegar dan tersenyum

Mimpi bukanlah satu hal mutlak yang harus dicapai
Karena mimpi akan terus berlari hingga kita tak mampu menggapainya
Namun hasil terbaik adalah perwujudan dari perjuangan dan kerja keras
Hasil dari keterbatasan dan kemampuan yang luarbiasa

Terimakasih atas dorongan, dukungan, dan motivasi kalian
Maaf telah membuat kalian kecewa
Karena dunia bukanlah tempat untukku
Melainkan tempatku menghabiskah kebencianku

Sebuah kebanggaan dapat membahagiakan kalian
Berusaha memberi yang terbaik tanpa sedikitpun harapan
Bukan kemauan yang membuatku terdiam
Tetapi keadaan dan keterbatasan yang terus mendesakku

Akhir dari hidup adalah awal dari kehidupan yang sesungguhnya
Tiadalah kefidupan abadi tanpa perhentian
Berdian sejenak dan berharap kepada kehidupan tak lagi datang
Disini aku menunggu untuk menyampaikan salam terhangatku


Terimakasih...




Coretan Kami
Sebuah Catatan yang Tiada Pernah Terbayangkan

Selasa, 02 Maret 2010

Mail 4 You . . .


Rinduku


Berjalan lambat dan merambat
Seakan tiada cukup bumi untuk ku pijak
Tak ada ruang untuk ku tempati
Seperti terpinggirkan oleh rasa dan suasana

Apakah kehidupan tiada berpihak kepadaku?
Ataukah memang ini adalah jalan yang sudah digariskan?
Hanya kerinduan yang menemani tanpa pertemuan
Terbalut dinginnya angin malam dan terbaring tanpa daya

Dapatkah kau rasakan kepedihanku
Kepedihan akan hadirmu yang hanya sementara
Seraya deburan ombak kau datang dan menghilang
Berenang tenang kembali ke lautan

Tidakkah kau iba kepadaku
Yang hanya bisa membayangkan wajah manismu
Dihiasi bintang malam serta dewi bulan
Yang tiada pernah menjawab tanyaku

Tiadakah engkau kan datang kembali
Menemani mimpi indahku
Mimpi-mimpi dimana ku dapat bersamamu
Bahagia dan damai dalam ketiadaan

Andai kau mengerti suratku ini
Tiada berbahagia aku jika kau tak hadir
Membalas suratku ini melalui indah mimpimu
Melalui tiap sentuhan mimpimu dalam mimpiku

Kerinduanku akan kehadiranmu kutuangkan dalam surat ini
Sebagai tanda bahwa aku terus menunggu balasan darimu
Walau ku tahu tiada daya kau membalas
Namun ku yakin kau dapat merasakan kehadirannya


Salam Rinduku,

...........................



Coretan Kami
Sebuah Catatan yang Tiada Pernah Terbayangkan

Coba Direnungkan . . .


Not An Ordinary Letter




Surat Terbuka untuk Calon Ahli surga Yang Akhlaq Mereka Dicemburui Bidadari
Buat Saudariku yang dirahmati oleh Allah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ukhti yang baik,
Kecantikan adalah anugerah. Senyum manis adalah berkah. Sungguh karunia dari Allah bahwa wanita diciptakan memiliki kecantikan yang sangat mempesona. Dan kecantikan itulah yang akan menjadi jalannya menuju surga, jika ia mampu membarenginya dengan akhlaq yang mulia.

Rasulullah menjelaskan bahwa di antara fitrah lelaki adalah menyukai kecantikan wanita. Bahkan ‘Aisyah yang merupakan salah seorang shahabiyah paling pandai di masa itu, terkenal pula karena kecantikannya. Rasulullah menjulukinya Humaira`: Gadis yang pipinya merona merah.

Dan karena kecantikannya itu, wanita dapat mengumpulkan pahala yang sebesar-besarnya dari Allah. Caranya? Bersyukurlah atas nikmat yang Allah berikan itu dan pandailah menjaga diri. Rasulullah mengajarkan cara bersyukur itu dengan membiasakan diri membaca do’a tatkala bercermin:

اللَّهُمَّ كّمَا حَسَّنْتَ خَلْقِيْ فَحَسِّنْ خُلُقِيْ

Yang maknanya, “Ya Allah… Sebagaimana Engkau telah mengelokkan parasku, elokkan pulalah akhlaqku…”

Ukhti yang dijaga oleh Allah…

Tak ada yang salah dengan kecantikan, karena, seperti kata pepatah, kecantikan bukanlah suatu dosa. Tapi sungguh itu tak berarti bahwa setiap wajah yang cantik berhak dijadikan barang tontonan. Kami kaum pria sangat bersedih karena sekarang ini banyak di antara kawan-kawan Ukhti yang gemar memajang wajah cantik mereka di profil Facebook. Juga di blog-blog yang katanya pribadi, tapi nyatanya dapat diakses oleh siapapun.

Ini adalah satu hal yang sangat marak belakangan ini. Satu hal yang dianggap lumrah, sehingga para gadis berjilbab itu memasang pose-pose mereka di foto-foto yang kian hari kian bertambah jumlahnya. Seakan nama saja sudah tidak cukup.

Mohon Ukhti tanyakan pada mereka, apa sesungguhnya tujuan mereka memajang foto tersebut di tempat-tempat publik? Yakni foto dengan gaya yang menggoda serta senyum yang memikat!

Jika tujuan berjilbab itu adalah agar menutupi aurat dan terhindar dari pandangan-pandangan jahat, apakah itu pula yang menjadi tujuan mereka saat bergaya di depan kamera dan memamerkannya pada setiap orang?

Jika berjilbab itu tujuannya adalah mencari ridho Allah, apakah tujuan memperlihatkan foto-foto itupun adalah ridho Allah? Apakah betul Allah akan ridho pada wanita yang melakukan hal itu?

Ukhti yang baik,

Kami kaum pria sangat bersedih menghadapi fenomena ini. Mengapa? Karena mungkin saja di antara gadis-gadis yang fotonya tersebar di seantero jagad ini adalah istri atau calon istri kami. Apakah mereka tidak tahu bahwa foto mereka tersimpan dalam komputer puluhan, ratusan atau bahkan mungkin jutaan pria lain yang tidak berhak? Yang mungkin saja dijadikan sarana oleh para pendosa sebagai ajang bermaksiat? Apakah mereka mengijinkan pria-pria selain suami mereka itu menyimpan foto-foto tersebut?

Ukhti,

Kami kaum pria sangat bersedih mendapati semua ini. Mengapa? Karena mungkin saja di antara foto yang tersebar luas itu adalah ibu atau calon ibu kami, yang seharusnya menunjukkan caranya menjaga diri, bukan dengan menunjukkan hal-hal yang seharusnya disembunyikan…

Kami kaum pria sangat bersedih menyaksikan semua ini. Mengapa? Karena mungkin saja di antara foto yang tersebar luas itu adalah guru atau calon guru kami, yang seharusnya mendidik dan mengajarkan Al Qur’an serta akhlaqul karimah kepada kami.

Apakah semua ini akan dibiarkan begitu saja tanpa ada penyelesaian? Tanpa ada seorangpun yang berani menegur serta mengingatkannya, memberitahukan bahwa itu adalah sebuah kesalahan? Atau harus menunggu tangan-tangan jahat memanfaatkannya untuk merusak harga diri dan menyebarkan aib yang seharusnya ditutup rapat-rapat?

Ukhti yang baik…

Jazakillah khairan… Terima kasih banyak karena Ukhti tetap pandai menjaga diri dari sekecil apapun celah-celah kealpaan. Tapi tolong sampaikan pula pada kawan-kawan Ukhti, agar merekapun mengikuti jejak ukhti dengan menghapus foto-foto mereka dari Facebook dan blog-blog mereka. Sampaikanlah pada mereka agar menahan diri dari keinginan menunjukkan eksistensi diri di hadapan pria yang tidak berhak.

Jika mereka ingin menunjukkan kepada orang-orang bahwa mereka cantik, cukuplah tunjukkan pada suami mereka saja. Atau orang tua dan anak-anak mereka saja. Karena Allah Maha Tahu segala sesuatu. Jika mereka membutuhkan sanjungan atas kecantikan yang telah dianugerahkan Allah pada mereka, biarlah Allah saja yang menyanjungnya, dengan balasan berlipat-lipat ganda di hari akhirat kelak.

Dan jika mereka ingin kecantikan mereka dikagumi, biarkanlah suami mereka saja yang mengagumi, lalu memberikannya sejuta hadiah cinta yang tidak akan pernah ada bandingnya…

Sementara kami, kaum pria yang tidak atau belum berhak atas itu semua, biarlah asyik masyuk tenggelam dalam do’a, agar dianugerahi istri yang cantik dan shalehah, ibu yang baik dan bersahaja, guru yang taat dan menjaga martabatnya…

Agar Allah mengumpulkan kita kelak di surgaNya. Meraih ridho dan ampunanNya serta dihindarkan dari adzab neraka…

Atas perhatian dari Ukhti, saya ucapkan jazakillah khairal jaza…

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته



Note : Hmmmm.... Mau tau gak? Kaum laki-laki ajah risih ngeliat foto2 akhwat terpajang dimana2. Coba deh qt renungi apa sih manfaat dari memamerkannya.....??? Jawab sendiri yah...


sumber

Coretan Kami
Sebuah Catatan yang Tiada Pernah Terbayangkan

Heart 2 Heard "3


Whatever...




Setiap langkah yang ku ayunkan adalah kesedihan
Setiap pinta yang ku lantunkan adalah doa
Setiap apa yang ku inginkan adalah mimpi
Tak ada satupun indah bagi kehidupan sunyiku

Banyak kata yang ku tuliskan di telingamu
Banyak hal yang kuperlihatkan kepada matamu
Tak sedikit logika yang ku bagi kepada pemikiranmu
Tak adakah satu pun yang kau mengerti?

Tahukah kamu?
Aku ada di sampingmu ketika kau mengatakan cinta kepadaku

Tahukah kamu?
Aku mendengar ketika janjimu terlontarkan

Tahukah kamu?
Aku melihat ketika kamu tersenyum indah kepadaku

Tahukah kamu?
Akulah orang yang sangat berbahagia di dunia saat itu

Bila matahari dapat berbicara dan kau mampu mendengar
Mungkin dia adalah saksi yang selalu menyinari siangku
Dan mungkinkah jika bulan dapat bersaksi dan kau mampu melihatnya
Mungkin dia mampu bercerita tentang malam-malam sunyiku

Kebahagiaan yang ku dapat tak seperti yang ku banyangkan
Matahari bagai cinta yang terus menerangi hidupku
Namun ketika malam tiba menggantikan terangnya siang
Bulanpun melambangkan redupnya cinta yang kurasakan

Tahukah kamu?
Jika memang kamu adalah cinta, tak perlu kau cari tempat lain untuk berteduh

Tahukah kamu?
Jika memang aku yang terpilih, mengapa masih banyak pelabuhan hatimu

Tahukah kamu?
Jika api yang berkobar dan membara, tak cukup air di lautan untuk meredamnya

Tahukah kamu?
Aku adalah manusia sama sepertimu punya hati dan perasaan


Tahukah kamu?
Terkadang cinta tak harus memiliki dan tak harus saling mengerti






to be continue . . .




Coretan Kami
Sebuah Catatan yang Tiada Pernah Terbayangkan