Rinduku
Berjalan lambat dan merambat
Seakan tiada cukup bumi untuk ku pijak
Tak ada ruang untuk ku tempati
Seperti terpinggirkan oleh rasa dan suasana
Apakah kehidupan tiada berpihak kepadaku?
Ataukah memang ini adalah jalan yang sudah digariskan?
Hanya kerinduan yang menemani tanpa pertemuan
Terbalut dinginnya angin malam dan terbaring tanpa daya
Dapatkah kau rasakan kepedihanku
Kepedihan akan hadirmu yang hanya sementara
Seraya deburan ombak kau datang dan menghilang
Berenang tenang kembali ke lautan
Tidakkah kau iba kepadaku
Yang hanya bisa membayangkan wajah manismu
Dihiasi bintang malam serta dewi bulan
Yang tiada pernah menjawab tanyaku
Tiadakah engkau kan datang kembali
Menemani mimpi indahku
Mimpi-mimpi dimana ku dapat bersamamu
Bahagia dan damai dalam ketiadaan
Andai kau mengerti suratku ini
Tiada berbahagia aku jika kau tak hadir
Membalas suratku ini melalui indah mimpimu
Melalui tiap sentuhan mimpimu dalam mimpiku
Kerinduanku akan kehadiranmu kutuangkan dalam surat ini
Sebagai tanda bahwa aku terus menunggu balasan darimu
Walau ku tahu tiada daya kau membalas
Namun ku yakin kau dapat merasakan kehadirannya
Seakan tiada cukup bumi untuk ku pijak
Tak ada ruang untuk ku tempati
Seperti terpinggirkan oleh rasa dan suasana
Apakah kehidupan tiada berpihak kepadaku?
Ataukah memang ini adalah jalan yang sudah digariskan?
Hanya kerinduan yang menemani tanpa pertemuan
Terbalut dinginnya angin malam dan terbaring tanpa daya
Dapatkah kau rasakan kepedihanku
Kepedihan akan hadirmu yang hanya sementara
Seraya deburan ombak kau datang dan menghilang
Berenang tenang kembali ke lautan
Tidakkah kau iba kepadaku
Yang hanya bisa membayangkan wajah manismu
Dihiasi bintang malam serta dewi bulan
Yang tiada pernah menjawab tanyaku
Tiadakah engkau kan datang kembali
Menemani mimpi indahku
Mimpi-mimpi dimana ku dapat bersamamu
Bahagia dan damai dalam ketiadaan
Andai kau mengerti suratku ini
Tiada berbahagia aku jika kau tak hadir
Membalas suratku ini melalui indah mimpimu
Melalui tiap sentuhan mimpimu dalam mimpiku
Kerinduanku akan kehadiranmu kutuangkan dalam surat ini
Sebagai tanda bahwa aku terus menunggu balasan darimu
Walau ku tahu tiada daya kau membalas
Namun ku yakin kau dapat merasakan kehadirannya
Salam Rinduku,
...........................
Coretan Kami
Sebuah Catatan yang Tiada Pernah Terbayangkan
Sebuah Catatan yang Tiada Pernah Terbayangkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar